TERBANGUN
Mutiara yang jatuh dan hilang
Rasa-rasanya kebekuan itu kembali muncul
Mencabik-cabik sumsumku yang merapuh
berkerut, memudar, hilang kendali, dan tak berdaya
Keheningan di kala malam seakan menusuk jemariku yang mencoba merauhmu, menjeratmu ke dalam jaringku
Aku enggan berbisik perihal debu pikiranku
Aku kalut membenarkan debu pikiranku
Tak peduli, tak mendengar, tak tau dan tak mau tau akan jejak kakimu yang dulu yang masih menempel di jalan itu
Entah sampai kapan debu itu menghilang, hilang dari pikiranku, dari ingatanku, dari rasaku
~ 17 Februari 2013 ~










